Dahulu kala, menjelang tanggal 30 bulan 12
penanggalan China (sehari sebelum tahun baru Imlek), Sang Buddha menyebarkan pengumuman kepada binatang-binatang di seluruh negeri.
Isi pengumuman itu sepert ini:
"Besok pagi di Tahun Baru, Aku akan memilih binatang yang paling dahulu datang ke sini, dari nomor 1 sampai nomor 12. Lalu, setiap tahun Aku akan mengangkat satu-persatu dari mereka sebagai jenderal berdasarkan urutan yang tiba di tempat-Ku".
Tertanda,
Buddha.
Dalam sekejap, topik itu menjadi hangat diantara para binatang. Para binatang sangat tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Waktu itu Tikus dan Kucing bersahabat baik. Kucing yang suka tidur berkata pada Tikus agar jangan sampai lupa membangunkannya untuk berangkat bersama.
Semua binatang bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan, dan mereka semua tidur cepat. Hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga, karena ia sadar bahwa ia hanya dapat berjalan lambat. Tikus tidak ingin Kucing menjadi saingannya. Tikus melihat sapi pergi lalu meloncat dan menumpang di punggung Sapi, tapi Sapi tidak menyadari hal itu.
Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam, Domba, Kuda, dan Babi semuanya berangkat
berlari menuju ke tempat Sang Buddha. Sedangkan Kucing, masih dibuai tidur karena lupa dibangunkan Tikus yang sudah berangkat menumpang Sapi.
Saat matahari mulai terbit, yang pertama kali sampai di tempat tinggal Dewa adalah...Sapi. Tapi kemudian Tikus melompat ke depan
dan mendarat tepat di hadapan Buddha. Maka Tikus pun menjadi yang pertama.
"Selamat Tahun Baru, Buddha," kata Tikus kepada Sang Buddha.
Selanjutnya barulah Sapi, harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, dan Anjing datang berurutan. Babi yang paling berjalan paling pelan berada di urutan belakang. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang 1 sampai 12 sesuai dengan urutan kedatangannya.
Dua belas ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio Bintang.
Kucing yang tidak berhasil masuk ke dalam 12 Shio Binatang sangat murka mengetahui kelakuan Tikus yang tidak membangunkannya. Itulah penyebab Kucing bermusuhan dengan Tikus sampai kini.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar