Senin, 20 September 2010

Intan yang Indah

Seorang budak setia menyenangkan tuannya. Maka tuannya datang kepadanya dan memperlihatkan sebutir intan kepada budak itu. Sang budak belum pernah melihat intan yang demikian indah. Lebih indah lagi sebab tuannya telah berkenan kepadanya.

"Bila tiba waktumu, intan ini akan menjadi milikmu", janji tuannya.

Maka budak yang setia itu semakin rajin saja. Hal ini mendatangkan cemooh kepada dirinya. Budak-budak lain menganggapnya bodoh.

Mereka mengejek budak yang rajin itu, katanya, "Mengapa engkau begitu rajin bekerja untuk tuan yang lalim itu".

Lalu jawab budak yang rajin tersebut, "Tuanku maha baik, Ia tidak lalim. Terpujilah namanya dan hormatku senantiasa untuknya saja."

Maka semakin keraslah budak-budak yang malas tsb tertawa, dan mulailah mereka mempermainkan budak yang rajin itu.

Namun budak yang rajin itu diam saja, sebab intan nan indah itu menjadi hiburan hatinya. Ia tahu jerih payahnya tak akan sia-sia.

Namun pada suatu hari ditengah olok-olok teman-temannya, budak yang rajin itu tak sanggup lagi menahan hatinya, maka terucaplah rahasia itu, "Tuanku memberiku intan".

Maka teman-temannya mentertawakannya, "Bahkan wajah Tuanmu saja, engkau belum pernah melihat, bagaimana mungkin engkau menerima intan darinya?"

Maka jawab budak yang baik itu, "Aku telah melihat wajahnya".

"Tunjukkanlah intan itu kepada kami", kata teman-temannya.

"Intan itu ada pada tuanku, dia menyimpannya sampai waktu yang ditentukannya".


Demikianlah Keselamatan dari Yesus itu seperti intan yang indah itu... Dunia tidak mempercayainya, namun bagi mereka yang mendapatkannya, intan itu adalah jaminan dan tujuan hidupnya. Apa yang terlihat bodoh oleh dunia, adalah yang paling berharga di Surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar