Mazmur62:1b
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Ada seorang anak muda yg bersahabat akrab dgn seorang Pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya & tak tau lagi harus berbuat apa.
Akhirnya dia memutuskan untuk mencari Pengkhotbah tua itu. Ketika berada di ruang belajar Pengkhotbah,
si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya. Akhirnya dgn kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya,
sambil berteriak,
"Saya memohon TUHAN agar menolong saya.
Tapi hai Pengkhotbah,
mengapa DIA tak menjawab saya?" Si Pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain & duduk di sana.
Lalu dia berbicara sesuatu & menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si Pemuda itu tak mendengarkan dgn jelas,
sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan. "Apa sih katamu?" tanya si Pemuda penasaran. Si Pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dgn perlahan sekali,
seperti sedang bergumam sendiri,
tapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si Pengkhotbah tua ini & duduk di bangku sebelahnya. Si Pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya." Dgn lembut si Pengkhotbah memegang pundak si pemuda,
"Saudaraku, TUHAN kadang-kadang berbisik,
jadi kita perlu lebih dekat menghampiriNya,
agar dapat mendengar DIA dgn lebih jelas lagi." Si pemuda itu tertegun & akhirnya dia mengerti. Pesan Moral,
Kita seringkali menginginkan jawaban TUHAN bak petir yg menggelegar di udara & sekaligus meneriakkan jawaban dariNYA.
Tetapi TUHAN sering diam,
kadang DIA bicara dgn lembut, bahkan berbisik. Hanya dgn satu alasan:
Agar anda mau menghampiri takhta kemuliaanNYA & lebih dekat kepadaNYA!! Setelah berada di dekatNYA,
anda akan mendengar jawaban TUHAN dgn jelas. Kalau anda ingin mendengar suara TUHAN,
jangan menjauh dariNYA,
tapi mendekatlah kepadaNYA !!
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Ada seorang anak muda yg bersahabat akrab dgn seorang Pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya & tak tau lagi harus berbuat apa.
Akhirnya dia memutuskan untuk mencari Pengkhotbah tua itu. Ketika berada di ruang belajar Pengkhotbah,
si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya. Akhirnya dgn kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya,
sambil berteriak,
"Saya memohon TUHAN agar menolong saya.
Tapi hai Pengkhotbah,
mengapa DIA tak menjawab saya?" Si Pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain & duduk di sana.
Lalu dia berbicara sesuatu & menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si Pemuda itu tak mendengarkan dgn jelas,
sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan. "Apa sih katamu?" tanya si Pemuda penasaran. Si Pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dgn perlahan sekali,
seperti sedang bergumam sendiri,
tapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si Pengkhotbah tua ini & duduk di bangku sebelahnya. Si Pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya." Dgn lembut si Pengkhotbah memegang pundak si pemuda,
"Saudaraku, TUHAN kadang-kadang berbisik,
jadi kita perlu lebih dekat menghampiriNya,
agar dapat mendengar DIA dgn lebih jelas lagi." Si pemuda itu tertegun & akhirnya dia mengerti. Pesan Moral,
Kita seringkali menginginkan jawaban TUHAN bak petir yg menggelegar di udara & sekaligus meneriakkan jawaban dariNYA.
Tetapi TUHAN sering diam,
kadang DIA bicara dgn lembut, bahkan berbisik. Hanya dgn satu alasan:
Agar anda mau menghampiri takhta kemuliaanNYA & lebih dekat kepadaNYA!! Setelah berada di dekatNYA,
anda akan mendengar jawaban TUHAN dgn jelas. Kalau anda ingin mendengar suara TUHAN,
jangan menjauh dariNYA,
tapi mendekatlah kepadaNYA !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar