Senin, 20 September 2010

Pengkhotbah Tua & Pemuda

Mazmur62:1b
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Ada seorang anak muda yg bersahabat akrab dgn seorang Pengkhotbah tua.

Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya & tak tau lagi harus berbuat apa.
Akhirnya dia memutuskan untuk mencari Pengkhotbah tua itu. Ketika berada di ruang belajar Pengkhotbah,
si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya.

Akhirnya dgn kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya,
sambil berteriak,
"Saya memohon TUHAN agar menolong saya.
Tapi hai Pengkhotbah,
mengapa DIA tak menjawab saya?"

Si Pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain & duduk di sana.
Lalu dia berbicara sesuatu & menanti jawaban si pemuda.

Tentu saja si Pemuda itu tak mendengarkan dgn jelas,
sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan.

"Apa sih katamu?" tanya si Pemuda penasaran.

Si Pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dgn perlahan sekali,
seperti sedang bergumam sendiri,
tapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah.

Dia terus mendekati si Pengkhotbah tua ini & duduk di bangku sebelahnya.

Si Pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya."

Dgn lembut si Pengkhotbah memegang pundak si pemuda,
"Saudaraku, TUHAN kadang-kadang berbisik,
jadi kita perlu lebih dekat menghampiriNya,
agar dapat mendengar DIA dgn lebih jelas lagi."

Si pemuda itu tertegun & akhirnya dia mengerti.

Pesan Moral,
Kita seringkali menginginkan jawaban TUHAN bak petir yg menggelegar di udara & sekaligus meneriakkan jawaban dariNYA.
Tetapi TUHAN sering diam,
kadang DIA bicara dgn lembut, bahkan berbisik.

Hanya dgn satu alasan:
Agar anda mau menghampiri takhta kemuliaanNYA & lebih dekat kepadaNYA!!

Setelah berada di dekatNYA,
anda akan mendengar jawaban TUHAN dgn jelas.

Kalau anda ingin mendengar suara TUHAN,
jangan menjauh dariNYA,
tapi mendekatlah kepadaNYA !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar