Selasa, 28 Agustus 2012

Kerja dengan Tulus Hati

Seorg tukang bangunan yg sdh tua berniat utk pensiun dari profesi yg sdh ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri & anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kpd mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yg handal yg ia miliki dlm timnya. Namun ia juga tdk bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya utk sekali lagi membangun sebuah rumah utk terakhir kalinya. Dgn berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata krn ia sdh berniat utk pensiun maka ia akan mengerjakannya tdk dgn segenap hati. Sang mandor hanya tersenyum & berkata, "Kerjakanlah dgn yg terbaik yg kamu bisa. Kamu bebas membangun dgn semua bahan terbaik yg ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas²an.
Ia asal²an membuat rangka bangunan,
ia malas mencari, maka ia gunakan bahan² berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yg buruk utk mengakhiri karirnya. Saat rumah itu selesai. Sang mandor dtg utk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "
Ini adalah rumahmu, hadiah dariku utkmu!" Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dgn sungguh².
Sekarang akibatnya, ia hrs tinggal di rumah yg ia bangun dgn asal²an.

" Hai hamba2, taatilah tuanmu yg di dunia ini dlm sgl hal, jgn hny di hadapan mereka saja utk menyenangkan mereka, melainkan dgn tulus hati krn takut akan Tuhan. Apapun juga yg kamu perbuat, perbuatlah dgn segenap hatimu sprt utk Tuhan & bukan utk manusia. Kamu tahu, bhw dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yg ditentukan bagimu sbg upah. Kristus adalah tuan & kamu hambaNYA." Kol 3:22-24.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar