Selasa, 27 November 2012

Indah pada waktunya

Disuatu malam seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita, si ayah bertanya kepada anaknya,
"Nak, apa kamu sayang Papa?"Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Papa".

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Papa minta kalungmu?"
Lalu si anak menjawab, "Papa, aku sayang Papa tapi aku juga sayang sama kalung ini."

Lalu ayahnya berkata,
"Ya sudah, tidak apa-apa. Papa hanya bertanya saja." Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut-turut ayahnya menanyakan hal yang sama dan si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu,
"Kenapa tiba-tiba Papa mau kalung ini? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Papa juga."

Malam berikutnya sang ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata,
"Papa, Papa tahu aku sayang sama Papa dan juga kalung ini. Tapi kalau Papa mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Papa".

Si anak memberikan kalungnya dan ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri. Lalu ayahnya memasukan tangan kanan ke saku kanan dan mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli. Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya.

"Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Papa sejak pertama kali Papa meminta kalungmu. Tapi Papa menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu dan Papa gantikan dengan yang lebih baik dan indah."

Sering kali kita merasa Allah tidak adil...DIA yang memberikan tapi kenapa Dia juga yang memintanya kembali. Kita selalu sakit dan kecewa bahkan sampai berlarut-larut lamanya.

Tidakkah kita tahu, disaat Allah mengambil sesuatu yang berharga dari hidup kita itu karena Allah ingin menggantikannya dengan yang "Lebih Baik" lagi dari yang kita miliki sekarang dan bahkan dari sebelumnya?

Jadi terimalah apapun yang kita terima, berilah apa yang harus kita berikan, kembalikanlah apa yang diminta oleh Tuhan & tetaplah bersyukur maka berkatmu akan diberikan berlipat kali ganda.

Jumat, 23 November 2012

Teladan

Jangan Tinggikan Hatimu

"Keberhasilan yang Anda miliki bukan untuk diSombongkan melainkan untuk diTeladani."

Saat kanak2 dulu, kita biasa diingatkan oleh org tua, manakala nanti kita berhasil, jangan pernah Sombong dan tetaplah Rendah Hati.

Ada yg mengatakan ujian terberat sebenarnya bukan pada saat kita berada di bawah, melainkan pada saat kita berada di puncak keberhasilan.

Semakin tinggi pohon akan merasakan tiupan angin yg lebih kencang.
Akan tetapi, bila pohon ini memiliki akar yg kuat, ia akan tetap bertahan.

Jika Anda memiliki pondasi yang kuat, godaan kesombongan tidak akan mampu mempengaruhi Anda.

Apapun yg Anda miliki saat ini, entah itu kesuksesan, harta berlimpah, popularitas, posisi yang menjanjikan di sebuah perusahaan, hendaklah selalu rendah hati.

Betapa mulianya bila seseorang yang berhasil mau berbagi pengalamannya dengan tidak menyombongkan diri.

Bersikaplah rendah diri lewat perbuatan, perkataan, dan prilaku se-hari2.

Keberhasilan saat ini adalah Awal utk mendewasakan kita,. agar kita lebih bijak dalam bersikap...